Langsung ke konten
FilmKini
Poster London Calling (2025)

Ulasan London Calling (2025): Pembunuh Bayaran yang Jadi Pengasuh Dadakan

London Calling (2025)

  • 18 September 2025
  • 1h 54m
  • English
  • R
  • Streaming

Setelah sebuah pekerjaan di Inggris berantakan, pembunuh bayaran yang sedang sial, Tommy Ward, melarikan diri dan akhirnya bekerja untuk bos kriminal baru. Tugas barunya adalah mengasuh putra sang bos dan mengajarinya menjadi seorang pria sejati.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Webmaster · · 3 menit baca

Ulasan ini ditulis dengan bantuan AI, berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan tentang film ini serta tanggapan kritikus dan penonton. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

Tonton Trailer

London Calling — Official Trailer

Official Trailer

YouTube

6.4dari 10

Rating kami

  • Cerita5.8
  • Akting6.8
  • Visual6.2
  • Penyutradaraan6.3
  • Musik6.5

Cocok untuk: Penggemar komedi aksi yang santai

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Ulasan London Calling: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)
  2. Apa yang Berhasil di London Calling
  3. Pemeran dan Penampilan London Calling
  4. Kelemahan London Calling
  5. Apakah London Calling Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menikmati London Calling

Ulasan London Calling ini membahas komedi aksi yang riuh arahan Allan Ungar, yang memasangkan seorang pembunuh yang lelah dengan anak yang terlindungi. Josh Duhamel memimpin jajaran pemeran, dan film ini mengandalkan banyolan, keputusan buruk, dan ledakan kekerasan. Filmnya longgar, berisik, dan tidak terlalu dalam, tetapi punya beberapa tawa yang mudah didapat.

Ulasan London Calling: Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)

Plot London Calling dimulai dengan Tommy Ward (Josh Duhamel), seorang pembunuh bayaran yang pekerjaan terbarunya di Inggris berantakan. Ia kabur dan akhirnya bekerja untuk bos kriminal baru yang memberinya tugas aneh. Tommy harus menjaga putra sang bos, Julian, dan menunjukkan padanya cara menjadi pria sejati.

Premis itu sudah akrab: mentor yang enggan dan anak canggung yang perlu ditempa. Film ini tidak menutupi hal tersebut. Ia menyiapkan duet ini dengan cepat, lalu membiarkan keduanya saling membuat kesal.

Tagline-nya, "Become a hitman," menggambarkan nuansa filmnya. Ini kisah kriminal yang disajikan sebagai lelucon coming-of-age, dengan senjata api menggantikan pelajaran menyetir.

Apa yang Berhasil di London Calling

Gagasan duo yang bertolak belakang memberi film ini mesin cerita yang jelas. Setiap adegan punya pertanyaan yang sama: apa jadinya jika pembunuh yang sudah habis masa jayanya mencoba bersikap seperti figur ayah? Pancingan sederhana itu menjaga tempo sepanjang 114 menit.

Film ini juga memadukan genre dengan cukup percaya diri. Sebagai komedi aksi, kekerasan dipakai untuk punchline dan suasananya tetap ringan meski situasi memanas. Jika Anda menikmati ulasan film aksi yang tidak menganggap dirinya terlalu serius, nuansanya akan cocok untuk Anda.

Ada pula sisi jenaka dalam musiknya. Pemakaian lagu "We Like To Party! (The Vengabus)" yang nakal menandakan bahwa film ini ingin Anda bersenang-senang, bukan murung.

Pemeran dan Penampilan London Calling

Jajaran pemeran London Calling dipimpin Josh Duhamel sebagai Tommy Ward. Ia memerankannya dengan pesona yang lelah, seorang pria yang jago dalam satu pekerjaan dan buruk di hampir segala hal lainnya. Timing komedinya menopang banyak adegan yang lebih lemah.

Jeremy Ray Taylor berperan sebagai Julian Darby, putra sang bos. Ia mendapat tugas yang kurang menguntungkan, yaitu tampil polos sekaligus bersemangat, dan ia menjadi lawan main yang cukup baik bagi Duhamel. Aidan Gillen tampil sebagai Freddy Darby, sang bos kriminal, dan memberi nuansa mengancam pada ceritanya.

Pemeran pendukungnya meliputi:

  • Rick Hoffman sebagai Benson

  • Arnold Vosloo sebagai Harry

  • Daniel Lasker sebagai Barnabus

Jajaran pemerannya adalah perpaduan menyenangkan dari wajah-wajah familier, meski naskahnya tidak memberi banyak porsi bagi semuanya.

Kelemahan London Calling

Masalah terbesarnya adalah ceritanya yang terasa mudah ditebak. Jika Anda pernah menonton komedi mentor dan anak didik, Anda bisa menebak alurnya, dan film ini jarang memberi kejutan. Naskah dari Omer Levin Menekse dan Quinn Wolfe menyiapkan ide-ide bagus, tetapi sering berakhir pada lelucon yang gampang ditebak.

Humornya juga tidak merata. Beberapa lelucon berhasil, sementara yang lain terasa dipanjang-panjangkan atau kasar tanpa alasan. Rating R memberi ruang bagi bahasa kasar dan kekerasan, tetapi kebebasan itu tidak selalu menghasilkan komedi yang lebih tajam.

Adegan aksinya sendiri cukup memadai, tetapi tidak berkesan. Fungsinya terpenuhi, namun tidak menonjol dibanding komedi kriminal lainnya. Penggemar ulasan film komedi yang lebih luas mungkin menganggapnya agak tipis.

Apakah London Calling Layak Ditonton?

Ya, London Calling layak ditonton jika Anda menginginkan komedi aksi yang ringan dan tidak menuntut, serta menyukai gaya santai Josh Duhamel. Film ini tidak istimewa, tetapi menyenangkan dan cukup cepat untuk mengisi satu malam. Tanggapan penonton cenderung cukup positif, dengan skor TMDB 6.4 dari 10 berdasarkan 142 suara.

London Calling dirilis pada 18 September 2025, dan sejauh ini hanya meraup sedikit di box office dunia, sekitar $140,367. Itu menunjukkan film ini akan menemukan sebagian besar penontonnya di rumah, bukan di bioskop.

Jika Anda menginginkan tontonan yang lebih tajam, Anda bisa mencoba Under Fire, kisah kriminal 2025 lainnya tentang dua agen penyamar. Namun untuk malam yang konyol dan santai, film ini sudah cukup. Anda bisa menemukan detail lebih lanjut tentang film ini di London Calling di IMDb.

Siapa yang Akan Menikmati London Calling

  • Penggemar komedi buddy tentang pembunuh berpengalaman yang terjebak dengan anak yang polos.

  • Penonton yang menyukai Josh Duhamel dan Aidan Gillen dan menginginkan komedi kriminal yang santai.

  • Siapa pun yang mencari komedi aksi pendek dengan taruhan rendah, bukan thriller serius.

Kelebihan

  • Premis duo yang bertolak belakang terasa seru
  • Pesona santai Josh Duhamel
  • Nuansa ringan dan alur yang bergerak cepat
  • Pemakaian musik yang jenaka

Kekurangan

  • Alur cerita mudah ditebak
  • Humor tidak merata
  • Adegan aksi mudah dilupakan

Kesimpulan Kami

London Calling adalah komedi aksi yang ringan dan familier, yang mengandalkan pesona Josh Duhamel. Film ini tidak akan mengubah genrenya, tetapi cukup layak menjadi tontonan santai.

Pemeran & Kru

Foto: Stormgiraffe / CC0 via Wikimedia Commons, Daniel Benavides from Austin, TX / CC BY 2.0 via Wikimedia Commons, Aidan Gillen / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Super Festivals from Ft. Lauderdale, USA / CC BY 2.0 via Wikimedia Commons, TMDB, The Nerd Machine at YouTube / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, John Manard / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan London Calling dirilis?

London Calling (2025) dirilis di bioskop pada 18 September 2025.

Siapa sutradara London Calling?

London Calling (2025) disutradarai oleh Allan Ungar.

Siapa saja pemeran London Calling?

Pemeran utamanya meliputi Josh Duhamel, Aidan Gillen, Jeremy Ray Taylor, Rick Hoffman, dan Arnold Vosloo.

Berapa durasi London Calling?

London Calling (2025) berdurasi 114 menit (1j 54m).

Apa rating London Calling?

London Calling (2025) berating R.

Di mana saya bisa menonton London Calling?

Ketersediaan streaming berbeda di setiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terbaru.

Apakah London Calling layak ditonton?

Film ini pilihan yang cukup baik jika Anda menyukai komedi aksi ringan. Premisnya sudah umum dan humornya tidak merata, tetapi Josh Duhamel membuatnya tetap menghibur.

Siapa bintang London Calling?

Josh Duhamel berperan sebagai Tommy Ward, dengan Aidan Gillen, Jeremy Ray Taylor, Rick Hoffman, Arnold Vosloo, dan Daniel Lasker di peran pendukung.

London Calling bercerita tentang apa?

Seorang pembunuh bayaran kabur dari Inggris setelah pekerjaannya gagal dan akhirnya bekerja untuk bos kriminal baru. Tugasnya adalah mengasuh putra sang bos dan mengajarinya menjadi pria sejati.

W

Ditulis oleh

Webmaster
Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua