
Ulasan My Dearest Assassin (2026): Romansa Pembunuh Bayaran Thailand dengan Bidikan yang Kurang Konsisten
My Dearest Assassin (2026) · Lueat Rak Nakkha
- 7 Mei 2026
- 2h 7m
- Thai
- TV-MA
- Streaming
Seorang perempuan dengan golongan darah langka diburu oleh pihak-pihak berbahaya. Ia dan pembunuh bayaran yang dicintainya bersatu untuk melindungi masa depan mereka saat musuh lama kembali. Kisahnya bergulir di dalam klan pembunuh bayaran bernama House 89.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita6
- Akting6.5
- Visual6.5
- Penyutradaraan5.5
- Musik5.5
Cocok untuk: Penggemar thriller aksi romantis
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
Ulasan My Dearest Assassin ini membahas film aksi drama Thailand di Netflix karya sutradara Taweewat Wantha. Film ini memadukan romansa, intrik klan, dan adegan-adegan penuh gaya seputar seorang perempuan yang menjadi target karena darahnya yang langka. Hasilnya cukup bertenaga di beberapa bagian, tetapi tidak selalu tepat sasaran.
Ulasan My Dearest Assassin: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Alur cerita My Dearest Assassin berpusat pada Lhan, diperankan Pimchanok Luevisadpaibul, seorang perempuan bergolongan darah langka. Keistimewaan itu membuatnya berharga sekaligus diburu. Di tengah perjalanan, ia bertemu Pran, seorang pembunuh bayaran, dan keduanya menjalin ikatan yang tumbuh menjadi cinta.
Kisahnya berlatar di House 89, klan para pembunuh bayaran. Ketika musuh lama kembali dan mengancam masa depan yang ingin dibangun pasangan ini, mereka bersatu untuk melawan. Film yang di Thailand dikenal sebagai Lueat Rak Nakkha ini memadukan unsur aksi, drama, romansa, dan thriller.
Tanggal rilis My Dearest Assassin adalah 7 Mei 2026, dan film ini tayang di Netflix. Durasinya sekitar 127 menit, jadi cukup menyita waktu malam Anda.
Kelebihan My Dearest Assassin
Kekuatan paling jelas adalah gagasan House 89 sebagai satu kesatuan yang bekerja. Salah satu ulasan dari InReview menyebut klan ini terasa solid, dan kesan keluarga kriminal yang erat dan hidup itu memberi film ini tekstur di luar romansa utamanya.
Ulasan yang sama juga menyoroti adegan panjang di galeri seni sebagai salah satu sorotan. Adegan besar di ruang yang elegan dan terbatas cocok untuk kisah pembunuh bayaran, dan di sinilah aksinya terasa paling pas.
Premisnya juga memberi film ini pijakan emosional yang jelas. Seorang perempuan yang dihargai karena darahnya, dan seorang pembunuh yang menghargainya apa adanya, adalah pasangan sederhana yang mudah diikuti.
Premis kuat yang dibangun di atas golongan darah langka
Latar klan yang memberi identitas pada dunia ceritanya
Setidaknya satu adegan aksi yang menonjol
Pemeran dan Penampilan di My Dearest Assassin
Jajaran pemeran My Dearest Assassin dipimpin Pimchanok Luevisadpaibul sebagai Lhan dan Thanapob Leeratanakachorn sebagai Pran. Romansanya bergantung pada chemistry mereka, dan naskahnya memberi banyak momen manis maupun tegang untuk digarap.
Para pemeran pendukung melengkapi House 89. Sivakorn Adulsuttikul berperan sebagai M, sementara Chartayodom Hiranyasthiti, Theerachai Wimolchaireuk, dan Teerawat Mulvilai tampil sebagai Poh, Pruek, dan Lhek.
Pendekatan ansambel cocok untuk kisah tentang keluarga pembunuh. Meski begitu, fokus film pada mesin plot bisa membuat sebagian karakter ini kurang tergali.
Di Mana My Dearest Assassin Tersandung
Keluhan utama yang saya temukan dalam komentar kritikus yang tersedia menyangkut tempo dan suasana. Kritikus InReview berpendapat film Wantha ini kurang menegangkan dan kurang atmosfer, dengan aksi yang melompat dari satu adegan besar ke adegan berikutnya. Itu kritik yang wajar untuk film sepanjang ini.
Pencampuran genre adalah risiko lain. Unsur aksi, romansa, drama, dan thriller saling berebut tempat di sini, dan nadanya bisa goyah ketika adegan cinta beralih ke perkelahian. Durasi 127 menit memberi ruang bagi film ini, tetapi juga menyingkap bagian-bagian yang longgar.
Perlu diingat bahwa ini hanya satu ulasan, bukan konsensus. Saya tidak menemukan skor agregat yang dipublikasikan, jadi pendapat bisa saja beragam. Penggemar sinema aksi Thailand mungkin akan lebih memaklumi.
Apakah My Dearest Assassin Layak Ditonton?
Ya, jika Anda menyukai film aksi romantis yang bergaya dan tidak keberatan dengan tempo yang naik turun. Film ini mudah dinikmati di Netflix, dan adegan galerinya saja mungkin sudah cukup membuat penggemar aksi menekan tombol putar.
Jika Anda menginginkan thriller bertempo rapat dengan atmosfer pekat, Anda mungkin kecewa. Anggap saja ini pilihan akhir pekan yang solid, bukan tontonan wajib.
Penggemar ulasan film aksi yang kami bahas akan menemukan sensasi yang akrab di sini. Bagi Anda yang lebih menyukai emosi, silakan juga telusuri ulasan film drama. Untuk aksi kriminal dengan nuansa berbeda, simak ulasan A Better Jianghu.
Kredit lengkap dapat Anda temukan di IMDb.
Siapa yang Akan Menikmati My Dearest Assassin
Penonton yang menyukai aksi romantis dengan sentuhan pembunuh bayaran
Penggemar sinema Thailand yang mencari tontonan baru di Netflix
Siapa pun yang lebih menyukai adegan besar bergaya ketimbang studi karakter yang halus
Kelebihan
- Premis darah langka yang menarik
- House 89 terasa seperti klan yang solid
- Adegan aksi di galeri seni yang berkesan
Kekurangan
- Tempo tersendat di antara adegan-adegan besar
- Atmosfer dan ketegangan terasa tipis
- Campuran nada terasa kurang rata
Kesimpulan Kami
My Dearest Assassin punya premis yang rapi dan setidaknya satu adegan aksi yang menonjol, tetapi tempo dan suasananya kurang konsisten. Tontonan Netflix yang lumayan untuk penggemar genre ini.
Pemeran & Kru
Taweewat WanthaSutradara
Pimchanok LuevisadpaibulLhan
Thanapob LeeratanakachornPran
Sivakorn AdulsuttikulM
Chartayodom HiranyasthitiPoh
Theerachai WimolchaireukPruek
Teerawat MulvilaiLhek
Foto: TMDB, 3Plus / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, THHeadline / CC BY 3.0 via Wikimedia Commons, MRupdatemusic / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan My Dearest Assassin dirilis?
My Dearest Assassin (2026) dirilis di bioskop pada 7 Mei 2026.
Siapa sutradara My Dearest Assassin?
My Dearest Assassin (2026) disutradarai oleh Taweewat Wantha.
Siapa saja pemeran My Dearest Assassin?
Pemeran utamanya meliputi Pimchanok Luevisadpaibul, Thanapob Leeratanakachorn, Sivakorn Adulsuttikul, Chartayodom Hiranyasthiti, dan Theerachai Wimolchaireuk.
Berapa durasi My Dearest Assassin?
My Dearest Assassin (2026) berdurasi 127 menit (2 jam 7 menit).
Apa rating usia My Dearest Assassin?
My Dearest Assassin (2026) berating TV-MA.
Di mana saya bisa menonton My Dearest Assassin?
Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Apakah My Dearest Assassin layak ditonton?
Layak dicoba bagi penggemar aksi romantis, berkat premisnya dan satu adegan galeri yang menonjol. Namun, siapkan diri untuk tempo yang naik turun.
Dalam bahasa apa My Dearest Assassin?
Film ini berbahasa Thailand, dikenal di Thailand dengan judul Lueat Rak Nakkha. Netflix menyajikannya untuk penonton internasional.
Siapa bintang My Dearest Assassin?
Pimchanok Luevisadpaibul memerankan Lhan dan Thanapob Leeratanakachorn memerankan Pran. Sivakorn Adulsuttikul tampil sebagai M.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




