
Ulasan The Uprising (2026): Pemberontakan Abad Pertengahan yang Kelam dan Terbebani Bobotnya Sendiri
The Uprising (2026)
- 11 September 2026
- 2h 7m
- English
- Streaming
Di Inggris abad ke-14 yang porak-poranda akibat perang dan wabah, seorang petani pembajak sawah yang sederhana memicu pemberontakan. Ia mengumpulkan pasukan rakyat jelata untuk menantang seorang raja remaja dalam perjuangan putus asa demi keadilan dan kelangsungan hidup.
Oleh Site Admin · · 3 menit baca
Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.
Tonton Trailer

Official Trailer
YouTube
Rating kami
- Cerita6
- Akting7.5
- Visual6.5
- Penyutradaraan7
- Musik6
Cocok untuk: Penggemar drama sejarah yang keras dan realistis
Cara kami memberi ratingDalam artikel ini
- Ulasan The Uprising: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
- Yang berhasil
- Penampilan para pemain
- Di mana film ini tersandung
- Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menonton The Uprising
- Nuansa dan tempo
- Gaya
- Cocok untuk siapa
- Apa yang bisa diharapkan dari sisi sejarah
- Para pemain
- Siapa yang akan menikmatinya
- Lebih Banyak Film Seperti The Uprising
Hanya sedikit peristiwa sejarah yang sealami Pemberontakan Petani 1381 untuk diangkat ke layar, dan ulasan The Uprising ini dimulai dari pertanyaan apakah Paul Greengrass berhasil memberinya keadilan. Jawabannya beragam: film ini bersungguh-sungguh, bertenaga, dan sering kali menegangkan, tetapi juga cukup muram untuk menguras penontonnya.
Ulasan The Uprising: Sekilas Ceritanya (Tanpa Spoiler)
Inggris abad ke-14 adalah negeri yang dihantam perang dan wabah. Rakyat biasa kelaparan, dipajaki hingga batas kemampuan, dan diabaikan oleh para penguasanya. Seorang petani pembajak sawah yang sederhana, diperankan Andrew Garfield, menjadi pemicu tak terduga bagi sebuah pemberontakan.
Seiring kabar menyebar, rakyat jelata berkumpul di belakangnya dan mulai membentuk pasukan. Sasaran mereka adalah mahkota yang dipegang Raja Richard II yang masih remaja serta para penguasa berpengaruh yang menasihatinya. Taruhannya adalah keadilan di satu sisi dan kelangsungan hidup di sisi lain.
Yang berhasil
Greengrass dikenal gemar menempatkan penonton di tengah kerumunan, dan naluri itu cocok untuk kisah ini. Momen-momen terbaik film terasa kacau dan langsung, seolah kamera ikut berdesakan di antara para pemberontak. Hasilnya, kerusuhan itu terasa berskala manusiawi, bukan seperti pertunjukan kolosal.
Gagasan intinya juga kuat. Ini kisah tentang orang-orang yang tak punya apa-apa dan menuntut untuk diperlakukan sebagai manusia, dan film ini tak pernah kehilangan fokus itu. Simpatinya pada kaum tertindas memberi kekerasan tujuan di luar sekadar tontonan.
Karakter pendukungnya menambah tekstur. Pengkhotbah John Ball dan pemimpin pemberontak Wat Tyler membawa "suhu" yang berbeda bagi perjuangan, yang satu bermoral dan berapi-api, yang lain praktis dan keras. Kehadiran mereka membuat cerita tidak bertumpu pada satu tokoh saja.
Penampilan para pemain
Andrew Garfield memerankan sang Pembajak Sawah dengan intensitas yang letih dan waspada. Ia meyakinkan sebagai pria yang terdorong menjadi pemimpin, bukan mencarinya, dan ia menghindari godaan menjadikan perannya pahlawan yang gemar berpidato.
Jamie Bell sebagai John Ball dan Cosmo Jarvis sebagai Wat Tyler memberi tulang punggung bagi pemberontakan ini. Jarvis khususnya punya kehadiran fisik yang membuat pasukan petani terasa meyakinkan. Woody Norman mengemban tugas rumit memerankan raja bocah, dan ia menyampaikan kemudaan serta keterasingan tanpa terjebak karikatur.
Thomasin McKenzie, Katherine Waterston, Stephen Dillane, dan Jonny Lee Miller melengkapi ansambel yang kuat. Sebagian punya waktu tayang terbatas, tetapi masing-masing meninggalkan kesan yang jelas.
Di mana film ini tersandung
Film ini berdarah dan gelap tanpa henti, dan kekerasannya bisa berubah menjadi monoton. Tanggapan terhadapnya menyebutnya agak melelahkan, dan mudah dipahami mengapa. Selama sedikit lebih dari dua jam, nuansanya jarang berubah, dan ketiadaan jeda membuat bagian tengah terasa berat.
Fokus pada sosok rakyat biasa juga membuat sebagian kompleksitas sejarah menjadi datar. Motif politik di kedua pihak terasa sekadar digambarkan, bukan digali. Penonton yang menginginkan penjelasan lebih dalam tentang pemberontakan ini mungkin pulang dengan lebih banyak atmosfer ketimbang pemahaman.
Pendapatan box office tergolong sederhana, dengan laporan pendapatan global sekitar USD 7,8 juta, yang menunjukkan film ini sulit dijual ke penonton arus utama. Angka itu belum terverifikasi, tetapi sesuai dengan film yang serius, tanpa kompromi, dan tidak dibuat untuk menyenangkan semua orang.
Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menonton The Uprising
Nuansa dan tempo
The Uprising adalah drama abad pertengahan yang suram dan berdarah dengan durasi sedikit lebih dari dua jam. Nuansanya jarang berubah, jadi bersiaplah untuk pengalaman yang berat dan tanpa henti dengan sedikit jeda di bagian tengah. Film ini keras dan serius, bukan epik megah yang dipoles untuk menyenangkan penonton.
Gaya
Paul Greengrass dikenal gemar menempatkan penonton di tengah kerumunan, dan naluri itu membentuk film ini. Kamera sering terasa berdesakan di antara para pemberontak, sehingga kerusuhan terasa manusiawi dan langsung, bukan seperti pertunjukan kolosal.
Cocok untuk siapa
Penggemar pendekatan pembuatan film Greengrass yang imersif dengan kamera genggam.
Penonton yang lebih suka drama abad pertengahan yang kasar dan realistis ketimbang epik yang mengilap.
Siapa pun yang tertarik pada kisah rakyat biasa yang melawan penguasa.
Apa yang bisa diharapkan dari sisi sejarah
Cerita berpusat pada sosok rakyat biasa, diperankan Andrew Garfield, yang berhadapan dengan mahkota yang dipegang Raja Richard II yang masih remaja. Karena fokus itu, sebagian kompleksitas sejarah menjadi datar dan motif politik di kedua pihak terasa sekadar digambarkan. Jika Anda menginginkan penjelasan rinci tentang pemberontakan 1381, Anda mungkin pulang dengan lebih banyak atmosfer ketimbang pemahaman.
Para pemain
Ansambel pemainnya adalah salah satu kekuatan film ini. Jamie Bell, Cosmo Jarvis, dan Woody Norman tampil bersama Thomasin McKenzie, Katherine Waterston, Stephen Dillane, dan Jonny Lee Miller. Sebagian punya waktu tayang terbatas, tetapi masing-masing meninggalkan kesan yang jelas.
Siapa yang akan menikmatinya
Penggemar gaya pembuatan film Paul Greengrass yang imersif dengan kamera genggam.
Penonton yang menyukai drama abad pertengahan yang kasar dan realistis dibanding epik yang dipoles.
Siapa pun yang tertarik pada kisah rakyat biasa yang melawan penguasa.
Lebih Banyak Film Seperti The Uprising
Kelebihan
- Arahan sutradara yang imersif dan mendesak
- Ansambel pemain yang kuat dipimpin Andrew Garfield
- Simpati yang jelas pada para pahlawan yang tertindas
- Pendekatan sejarah abad pertengahan yang berani dan tanpa glamor
Kekurangan
- Nuansa gelap tanpa henti
- Bagian tengah terasa lambat
- Detail politiknya terasa tipis
Kesimpulan Kami
The Uprising adalah tontonan yang kelam dan dimainkan dengan baik tentang pemberontakan penting dalam sejarah, tetapi terhambat oleh suasananya yang muram tanpa henti. Layak ditonton demi energi Greengrass dan kerja keras para pemainnya, meski terasa melelahkan.
Pemeran & Kru
Paul GreengrassSutradara
Andrew GarfieldPloughman
Jamie BellJohn Ball
Cosmo JarvisWat Tyler
Woody NormanKing Richard II
Thomasin McKenzieAlyce
Katherine WaterstonQueen Mother
Stephen DillaneArchbishop Sudbury
Jonny Lee MillerMayor Walworth
Foto: TMDB, Bryan Berlin / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, User:Celestinesucess / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Ab riuans887 / CC0 via Wikimedia Commons, Highgateboy / CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons, Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America / CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons, Martin Kraft / CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan The Uprising dirilis?
The Uprising (2026) dirilis di bioskop pada 11 September 2026.
Siapa sutradara The Uprising?
The Uprising (2026) disutradarai oleh Paul Greengrass.
Siapa saja pemeran The Uprising?
Pemeran utamanya antara lain Andrew Garfield, Jamie Bell, Cosmo Jarvis, Woody Norman, dan Thomasin McKenzie.
Berapa durasi The Uprising?
The Uprising (2026) berdurasi 127 menit (2j 7m).
Di mana saya bisa menonton The Uprising?
Ketersediaan streaming berbeda-beda di tiap wilayah — lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.
Ditulis oleh
Site AdminSite Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.




