Langsung ke konten
FilmKini
Poster Yogi Da (2026)

Review Yogi Da (2026): Perpisahan Pim de la Parra yang Lama Tersimpan

Yogi Da (2026) · Dagboek van een zwakke yogi

  • 3 September 2026
  • 1h 22m
  • Dutch
  • Streaming

Dua pasangan mendapati hubungan mereka mulai retak ketika keluhan sepele, rasa cemburu, dan frustrasi paruh baya yang terpendam berkembang menjadi konflik psikologis yang keras. Dibuat hanya dalam sepuluh hari pada 1993, film ini adalah drama Belanda yang kecil dan sarat dialog karya sutradara Pim de la Parra.

Bagikan:
Ulasan

Oleh Site Admin · · 3 menit baca

Kami menonton film ini sampai selesai sebelum menulis ulasan. Skor kami tidak dipengaruhi kerja sama afiliasi apa pun. Poster dan foto adalah milik pemegang hak cipta masing-masing.

6.0dari 10

Rating kami

  • Cerita6
  • Akting5.5
  • Visual5.5
  • Penyutradaraan6.5
  • Musik5.5

Cocok untuk: Penggemar sinema Belanda dan penonton yang penasaran dengan film art-house

Cara kami memberi rating
Dalam artikel ini
  1. Review Yogi Da: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)
  2. Kelebihan Yogi Da
  3. Pemeran dan Akting Yogi Da
  4. Kekurangan Yogi Da
  5. Apakah Yogi Da Layak Ditonton?
  6. Siapa yang Akan Menyukai Yogi Da

Review Yogi Da ini membahas film yang judul dan data daftarnya tidak sepenuhnya cocok. Film Belanda di balik entri ini adalah Dagboek van een zwakke yogi (bahasa Inggris: Diary of a Weak Yogi), film panjang terakhir sutradara Pim de la Parra. Ini adalah drama kamar tentang dua pasangan, bukan film aksi, dan layak dinilai sebagaimana adanya.

Catatan soal identitas: ada film Tamil India yang tidak berkaitan dan juga berjudul Yogi Da. Review ini membahas film Belanda yang sutradara, penulis, pemeran, dan durasinya sesuai dengan detail yang diberikan.

Review Yogi Da: Ringkasan Cerita (Tanpa Spoiler)

Plotnya sederhana dan digerakkan oleh karakter. Dua pasangan hidup dalam dunia yang penuh gangguan kecil, percikan cemburu, dan kekecewaan paruh baya yang sunyi. Keluhan-keluhan kecil itu tidak berhenti kecil, dan hubungan mereka perlahan berubah menjadi pertarungan psikologis yang lebih tajam.

Film ini dibuat pada 1993 hanya dalam sepuluh hari. Sengketa hukum yang panjang kemudian membuatnya tersimpan selama puluhan tahun. Rilis resminya di bioskop Belanda jatuh pada 3 September 2026, sehingga tanggal rilis Yogi Da pun menjadi cerita tersendiri. Pim de la Parra meninggal pada 2024, jadi ini adalah perpisahan anumerta.

Kelebihan Yogi Da

Aset terkuatnya adalah rasa zaman dan tempatnya. Kritikus Belanda menyebutnya produk luar biasa dari eranya, dan itu terasa pas untuk film yang lama tak tersentuh. Gaya nouvelle vague memberinya energi yang longgar, intim, dan agak konfrontatif.

Dengan durasi 82 menit, film ini tidak bertele-tele. Durasi yang ringkas cocok untuk cerita yang dibangun dari gesekan di antara segelintir orang. Penggemar sang sutradara juga akan menemukan daya tarik tersendiri melihatnya menutup kariernya dengan karya yang begitu personal dan apa adanya.

Sejauh ini liputan kebanyakan berasal dari Belanda. NRC memberinya tiga bintang dan menyebutnya penghormatan bagi semangat Pim de la Parra, yang menggambarkan bagaimana film ini diterima: sebagai penghormatan sekaligus drama yang berdiri sendiri.

Pemeran dan Akting Yogi Da

Pemeran Yogi Da berjumlah sedikit dan memikul seluruh film. Kamaran Abdulla berperan sebagai Derek van Romondt, dan Manouk van der Meulen sebagai Audrey van Romondt. Dela Maria Vaags tampil sebagai Loes van Moorsel, Robert C. Smith sebagai Robert Menzel, dan Marcel Faber sebagai Diederik van Zwieten.

Film ini mengandalkan adegan yang digerakkan dialog, tempat hubungan retak secara langsung. Hal itu membebani para aktor. Satu ulasan Belanda menilai aktingnya agak berlebihan dan menyebutnya cacat tradisional film Belanda, jadi bersiaplah menghadapi gaya akting yang teatrikal, bukan naturalisme.

Kekurangan Yogi Da

Ini bukan produksi yang mulus. Syuting sepuluh hari meninggalkan jejaknya, dan penonton yang menginginkan kerajinan yang licin mungkin menganggapnya kasar. Akting yang berlebihan juga akan memecah penonton, terutama yang belum akrab dengan tradisi sinema Belanda ini.

Ada pula kendala praktis. Liputan kritis sedikit dan kebanyakan berbahasa Belanda, serta jumlah rating penonton rendah. IMDb berada di 5,6 dari 30 suara, dan Biosagenda menunjukkan 2,8 dari 5, sehingga tanggapannya beragam, bukan gemilang. Jika Anda mengharapkan film aksi seperti yang disiratkan label genre di daftar, Anda akan kecewa. Bagi penggemar aksi, review film aksi kami adalah titik awal yang lebih baik.

Apakah Yogi Da Layak Ditonton?

Ya, jika Anda penasaran dengan sinema art-house Belanda atau karier Pim de la Parra. Ini adalah bab penutup yang sederhana, tidak merata, tetapi menarik, bukan tontonan pemuas massa. Jika Anda ingin malam santai yang cepat dan mudah, carilah tontonan lain.

Film ini paling pas dinikmati sebagai keanehan dan penghormatan. Latar belakangnya menambah bobot, dan durasinya yang pendek membuatnya mudah untuk dicoba. Anda dapat membaca latar belakang lebih lanjut di halaman Diary of a Weak Yogi di TMDB. Untuk alternatif yang lebih ringan di arsip kami, coba review film komedi.

Siapa yang Akan Menyukai Yogi Da

  • Penggemar Pim de la Parra dan sejarah sinema Belanda yang ingin melihat karya terakhirnya.

  • Penonton yang menyukai drama hubungan bergaya nouvelle vague yang sarat dialog.

  • Siapa pun yang tertarik pada film dengan kisah produksi tak biasa, seperti film yang tersimpan puluhan tahun.

Jika Anda lebih suka sesuatu yang lebih menegangkan, review film thriller kami menawarkan banyak pilihan.

Kelebihan

  • Latar belakang yang menarik dan bernilai historis
  • Durasi 82 menit yang singkat dan fokus
  • Gaya nouvelle vague yang khas
  • Menyentuh sebagai film terakhir sang sutradara

Kekurangan

  • Terasa kasar akibat syuting sepuluh hari
  • Akting kadang terasa berlebihan
  • Liputan berbahasa Inggris terbatas

Kesimpulan Kami

Perpisahan yang kasar namun memikat dari Pim de la Parra, paling tepat dinikmati sebagai penghormatan dan kapsul waktu, bukan sebagai drama yang rapi.

Pemeran & Kru

Foto: Rob Mieremet / Anefo / CC BY-SA 3.0 nl via Wikimedia Commons, TMDB

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Yogi Da dirilis?

Yogi Da (2026) dirilis di bioskop pada 3 September 2026.

Siapa sutradara Yogi Da?

Yogi Da (2026) disutradarai oleh Pim de la Parra.

Siapa saja pemeran Yogi Da?

Pemeran utamanya antara lain Kamaran Abdulla, Manouk van der Meulen, Dela Maria Vaags, Robert C. Smith, dan Marcel Faber.

Berapa durasi Yogi Da?

Yogi Da (2026) berdurasi 82 menit (1j 22m).

Di mana saya bisa menonton Yogi Da?

Ketersediaan streaming berbeda di tiap wilayah. Lihat kotak Where to Watch untuk pilihan terkini.

Apakah Yogi Da layak ditonton?

Layak dilirik bagi penggemar sinema art-house Belanda dan Pim de la Parra. Film ini tidak merata dan kasar, tetapi singkat dan menarik sebagai bentuk penghormatan.

Apakah Yogi Da film aksi?

Bukan. Meski di daftar tertera label aksi, film Belanda ini adalah drama komedi tentang dua pasangan. Film Tamil India dengan judul yang sama itulah yang bergenre aksi.

Mengapa Yogi Da tertunda begitu lama?

Film ini dibuat pada 1993, tetapi sengketa hukum yang panjang membuatnya tak dirilis hingga tayang di bioskop Belanda pada 2026.

S

Ditulis oleh

Site Admin

Site Admin has been writing about film for over a decade, with a soft spot for big-screen science fiction and character-driven dramas.

Laporkan kesalahan

Jelajahi Lainnya

Lihat semua